…mana nech yang harus dirubah…
UI, Peringkat Teratas Perguruan Tinggi di Indonesia
Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra
DEPOK, KOMPAS - Universitas Indonesia berada di peringkat ke-250 dari 520 perguruan tinggi dari berbagai negara di dunia yang masuk dalam kriteria penilaian. Demikian hasil survei yang dibuat Times Higher Education Supplement (THES) dan QS, lembaga internasional yang membuat peringkat tingkat dunia dalam bidang pendidikan.
"Survei ini menunjukkan bahwa UI mengungguli beberapa perguruan tinggi terkemuka di dunia seperti University Technology Sydney (255), University of Hawaii AS (274) dan University Sains Malaysia (277)," kata Kepala Kantor Humas dan Protokol UI, Henny S Widyaningsih, Rabu (15/11) pagi.
Dalam daftar tersebut, Indonesia dapat menempatkan empat universitas terbaiknya di posisi dunia, yaitu Universitas Indonesia (UI) di peringkat 250, Institut Teknologi Bandung (ITB) di urutan 258, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta (270), Universitas Diponegoro Semarang (495). Dalam survei ini, UI menempati urutan ke-43 dari 111 perguruan tinggi di Asia dan urutan keenam dari 22 perguruan tinggi di Asia Tenggara yang dinilai.
Kriteria utama penilaian survei ini adalah dalam Research Quality, Graduate Employability, International Outlook, dan Teaching Quality. Sejak UI menjadi BHMN, kampus yang berlokasi di Depok ini telah melakukan banyak perubahan dalam berbagai bidang akademik, penelitian, SDM, dan keuangan.
Di bidang akademik, UI telah mengembangkan metode proses pembelajaran berorientasi pada learner centered, yaitu Program Dasar Pendidikan Tinggi (PDPT) yang bertujuan mengubah pembelajaran dari Teacher-centered ke Learner-cintered.
UI juga mengedepankan teknologi informasi terbaru dalam kegiatan akademisnya, yaitu SIAK-NG (Sistem Informasi Akademis New Generation), di mana sistem informasi ini dapat membantu proses akademis di semua program studi di UI dengan lebih singkat, cepat, dan terhubung secara online.
Sesuai visi UI menjadi world class university, UI memiliki kebijakan dengan mengacu pada kurikulum standar internasional, antara lain mengacu pada AUN (ASEAN University Network), Commonwealth, Eropa, Amerika. Indikator kinerja berdasarkan pemenuhan kriteria dan standar mutu AUN, transfer kredit, dual degree, twinning program. dan akreditasi internasional.
UI juga memiliki program peningkatan jumlah dan mutu staf akademik antara lain meningkatkan proporsi staf akademik berkualitas internasional, meningkatkan pertukaran staf akademik untuk program pengajaran dan menyelenggarakan pelatihan bahasa asing terutama bahasa Inggris.
Untuk mencapai standar internasional, perpustakaan dan laboratorium UI memiliki akses global, dengan fasilitas interloan, reliable e-journal, dan e-library.
——————————————————————————
Mutu Pendidikan Indonesia Terus Turun
PANGKAL PINANG, KOMPAS - Ketiadaan konsep masa depan yang jelas menjadikan mutu pendidikan Indonesia terus mengalami penurunan dalam 60 tahun terakhir. Pergantian kurikulum yang tidak saling berkaitan, termasuk dari kurikulum berbasis kompetensi menjadi kurikulum satuan tingka pendidikan, menunjukkan tidak adanya kesinambungan usaha dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
”Tidak ada benang merah kebijakan sejak menteri pendidikan Ki Hajar Dewantara sampai Malik Fadjar. Pola pendidikan tidak disusun oleh kaum profesional melainkan oleh politisi. Hal itu yang membuat visi pendidikan menjadi tidak jelas dan tidak ada kontinuitas sistem guna mewujudkannya,” kata pakar pendidikan dan guru besar di IKIP PGRI Semarang, Winarno Surakhmad, pada peringatan Hari Guru, Rabu (15/11), di Pangkal Pinang.
Winarno adalah tokoh senior Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang membacakan puisi di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai karut-marutnya dunia pendidikan sehingga sekolah menjadi seperti kandang ayam, saat ulang tahun PGRI beberapa bulan silam.
Perubahan kurikulum, kata Winarno, terbukti tidak dapat mendongkrak kualitas pendidikan di Indonesia karena justru mematikan daya kritis dan kreativitas siswa. Akibatnya, pendidikan justru kehilangan esensinya karena tidak dapat memberi makna bagi kehidupan siswa.
Menurut Ketua PGRI Pangkal Pinang, Yulizarman, perubahan kurikulum secara terus menerus juga berdampak negatif bagi para guru. Kuriklum yang terus berganti membuat para guru sering kebingungan dalam mengaplikasikannya.
Kebingungan terjadi karena dari setiap sekolah hanya ada dua guru yang ditatar mengenai kurikulum itu. Akibatnya, tidak semua guru mudah memahami kurikulum yang baru. Ketika mereka mulai memahami kurikulum itu seiring berjalannya waktu, kurikulum yang baru segera diluncurkan.
Selain kurikulum yang terus berganti, Winarno juga menyoroti sistem ujian nasional yang hanya berorientasi pada hasil. Kelulusan yang hanya didasarkan pada nilai setelah ujian memicu para guru dan siswa hanya memfokuskan diri pada tiga mata pelajaran demi meraih nilai kelulusan.
Kondisi semacam itu mengabaikan filosofi pendidikan yang pada hakekatnya adalah proses, bukan melulu hasil akhir. Winarno menegaskan, dirinya tidak anti terhadap ujian tetapi tidak setuju jika satu ujian menjadi dasar penentu kelulusan dan alat standarisasi kualitas.
Kualitas pendidikan di setiap daerah tidak dapat disamakan standarnya dengan daerah lain atau dengan Jakarta. Daripada memboroskan anggaran untuk menyamakan standar pendidikan, kata Winarno, lebih baik meningkatkan kapasitas dan kualitas para guru agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi para siswa mereka. (ECA)
——————————————————————————– OK DECH, JADI DARI SINI APA YANG BISA KITA PELAJARI
mnurut akoe…
- sistemnya ato yang membuat sistem yg kudu bagows hayooo
…apapun sistemnya, minumnya teh botol #$%^&$#
apapun sistemnya, utamakan pembuat sistemnya…
sistem dbuat oleh pembuat sistem
sistem adalah sesuatu yang tidak memiliki "kemampuan" untuk beradaptasi, si pembuat punya
apapun sistemnya..selalu ada cara
membuatnya smangkin bagows ato mengakali yang bagows
dari semua sistem yg buesaaaarrrrrr….diakui buanyak orang n lagi happening de…..
pastinya itu kan diawali oleh sebuah sistem yang kecil… kueciiiillll buangetzz de
ayo kita bikin sistem yang paling kecil, paling deket ini smangkin bagows n terjaga ke-bagows-an nya biar kita bisa bikin sistem yang super bagows n siap merubahnya menjadi smangkin bagows jikalu ada aral merintang, angin kencang berhembus, n bumi bergoncang… hohoho
oia…buat yg beruntung pernah ada/sedang mendalami pendidikan dUniv2 yg dsebutin diatas… akoe tunggu hasil karya nyata yg dtulis wartawa kompas td… what can u do?! (untuk kebaikan bersama tentunya)
be a better of urself? bisa kok…
SEMANGATZ
wish u all dBEST n getFREZH