selamat datang
pagi ini aku langsung berangkat ke kantor pusat di sudirman - senayan… diminta mewakili rapat seorang bos… masih gag habis pikir kenapa juga aku yg disuruh, mendadak juga nyuruhya
naik lah aku taxi “si putih” yang konon menurut referensi bbrp temen memang terkenal murah/ worth untuk urusan sesama “tarif bawah”
sreeettt… lha kok macet… Lenteng Agung - tol dalam kota - Sudirman… bah! telah 1/2 jam donkz… duh, 80 rb lebiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhh… OMG, duit sendiri niy?! ya iyaaaalaaahhhhhh… huhu…
akhirnya aku gag ikutan rapat.. malu aja gt masuk dah telat mana peserta rapat yg lain BOS2 gede, lha aku iki mung wong cilik… mending makan aja trus ngobrol ama orang yg ikut rapat td yang sudah Ce-eS [TOLONG y JANGAN DITIRU!] ![]()
anyway… waktu aku makan siang (kecepetan) drumah makan padang biasanya, ada sedikit perubahan… formasi pegawai yg bantu2 dsana setelah lebaran berubah, ada wajah2 baru yg nongol… kikuk, kalimat2 perintah, dan mata yg awas merupakan bbrp hal yang menjadi hasil pengamatan-ku… orang2 baru yg datang dr “desa” mencoba mencari peruntungan dengan datang ke kota; dr ikut ajakan temannya yg konon “sudah berhasil” d kota ato malah maksain diri untuk ikut menjadi kaum urban entah jadi apa urusan belakangan…
jadi inget jaman pertama kali datang ke Jakarta sebagai CPNS Pusgrafin Depdiknas yg culun, imut, langsing dan menggiurkan (haiyyah!)… aku dulu masih bingung klo ke blok m dr srengseng sawah itu naik apa aja y… aku dulu jg bingung klo bsikap dkantor dengan rekan2 kerja yg notabene seumuran ibu/bapak-ku itu dan berasal dr berbagai macam suku bangsa itu gimana y… aku juga bingung dengan berbagai pilihan tempat “have fun” dkala weekend yg cocok dengan kantung dan martabat itu yg macam apa y… siapa yg bs dpercaya, bagaimana memulai mempercayai, bagaimana bs dipercaya orang lain… sempet juga takut gimana klo ada razia KTP :p
kota yang pernah tidur… itulah sebutan banyak orang (at least sebagian besar temenku setuju dengan hal itu) tentang Jakarta, ibukota sekaligus kota pusat bisnis/ ekonomi Indonesia… dengan “terang” yang sedemikian itu, masihkah ada ngengat yang gag akan terbang mendekat???
urbanisasi emang gag bisa dicegah, tapi kan persebarannya bisa dibuat lebih merata dan teratur… getooo
akhirnya sambil mengamati temen2 perantau baru itu aku bpikir: keinginan menghasilkan sikap; sikap mendatangkan perubahan… baik ataupun buruk adalah urusan esok, kemarin adalah modal kita belajar dan saat ini adalah waktu kita berbuat (yang terbaik)… apa iya bgtu?
selamat datang di Jakarta… semoga menemukan apa yang dicari… klo belum (bener2) tau apa yang dicari, jangan sungkan untuk pulang kembali… songsong mentari di pagi hari, jalani hari tanpa berat di hati
~ 2 tahun 1,5 bulan as a Jakartanese (dan KTP-nya masih aseli Malang)~


