(just a little) d

November 5th, 2008

k e p o m p o n g

Posted by babywind in Uncategorized

subject – nofasmara: ‘kupu-kupu yang merdeka’

danny brahmantyo     : indeed… tp kupu2 terbangnya terbatas

nofasmara                : Yo pasti lah namanya mahluk wajar kl memiliki keterbatasan disana sini

nofasmara                : Maksudnya selama romadhon kmrn kan sdg jd ulat dlm kepompong lha stlh lewat ya jd kupu2

danny brahmantyo     : owh, kupikir soal unpad dan bayar pinalti 5juta… bwahahahaha

 

::::::::::::::::::::::::::: prolog penting gag penting dalam menghantarkan lagu yg OK ini… always be my fav… please welcome

Sindentosca - Kepompong

Dulu kita sahabat
Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

 

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

 

Kini kita berjalan berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku ada sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang

 

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

 

  

 ::::::::::::::::::::::::::: metamorfosis merupakan salah satu bentuk dr perubahan yang sifatnya pasti… as the time goes by, we’re getting older… growing day by day, transforms into what we “put on yesterday”…

hubungan (apapun itu) diawali dengan rasa ketertarikan antara satu sama lain, dan diperkokoh dengan rasa percaya yg semakin kuat setiap kalinya melalui cobaan

adakalanya dlm suatu hubungan, masing2 pihak saling meninggikan ego-nya… semua ingin jd juara, semua ingin menang, semua ingin dimengerti, semua ingin diperhatikan, semua menjadi AKU… lupa bahwa ada KAMU, sehingga terwujudlah KITA dan mereka ketika mereka berbicara menggunakan kata “kalian”, maka diawal jawaban kata KAMI yang kita gunakan…

evolving to the next level… bahwa ada anggapan/ mahzab yang menyatakan kalau memberi bukan berarti kita gag diberi… ingat film Laskar pelangi ktika Ikranegara yg bperan sbg tokoh pak Harfan berkata: Hidup itu harus memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya! sedikit kontra dgn anggapan bahwa dalam suatu hubungan itu yang baik adalah hubungan yang timbal balik, yang saling memberi dan menerima… well, klo memberi (terus) membuat kita menerima ”fasilitas dr TUHAN” brupa keikhlasan siy aku setuju bangetz! tp klo itu malah menjadikan kita seorang sosok yang penggerutu/ sentimentally forsaken  y buat apa donkz!?

hubungan yg tumbuh (apapun itu), berkembang ke tahapan yang lbh lanjut bukan lagi hanya soal rasa suka, rasa percaya, dan rasa sayang… namun rasa cinta

satu kalimat yg ngena bangetz terinspirasi dr buku Hafalan Shalat Delisa - tere~liye:

…aku mencintaimu karena ALLAH…

~commemorating Nov 5th~



Leave a reply